Pertarafan Adjektiva Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris pada Tingkat Kualitas

  • 0

Pertarafan Adjektiva Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris pada Tingkat Kualitas

Tri Pujiati

Universitas Pamulang

Tangerang Selatan

 

Pengantar

Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris memiliki perbedaan secara gramatikal, khususnya pertarafan adjektiva pada tingkat kualitas. Berbagai tingkat kualitas secara relatif menunjukkan tingkat intensitas yang lebih tinggi atau lebih rendah. Pemahaman tentang perbedaan pertarafan adjektiva pada tingkatan kualitas kedua bahasa ini akan membantu pembelajar memahami struktur sintaksis pada pemakaian adjektiva secara baik dan benar pada kedua bahasa tersebut. Tulisan ini menguraikan tingkat kualitas dan intensitas dalam pentarafan adjektiva.

 

Bahasan

Ada enam tingkat kualitas atau intensitas dalam pertarafan adjektiva, yaitu (1) tingkat positif, (2) tingkat intensif, (3) tingkat elatif, (4) tingkat eksesif, (5) tingkat augmentatif, dan (6) tingkat atenuatif. Pada tingkat positif, tidak digunakan pewatas untuk membuat kalimat bahasa Indonesia dengan menunjukkan adjektiva. Artinya, tingkat positif ini memerikan kualitas atau intensitas maujud yang diterangkan dan dinyatakan oleh adjektiva tanpa pewatas. Perhatikan contoh berikut ini.

  • Indonesia kaya akan minyak.

Pada contoh (1) tersebut, adjektiva kaya merupakan adjektiva yang dinyatakan dalam bentuk positif. Pada kalimat bahasa Inggris, tingkat positif biasa disebut dengan absolute form. Adjektiva yang digunakan adalah adjektiva tanpa pewatas apapun, sebagaimana contoh berikut.

  • She is beautiful girl

Pada contoh (2) di atas, adjektiva dalam bahasa Inggris dinyatakan dengan menggunakan tingkatan positif, seperti pada kata beautiful. Untuk menunjukkan ketiadaan kualitas, kalimat dalam bahasa Inggris bisa dimarkahi dengan pemakaian pewatas seperti tidak atau tak, sebagaimana contoh berikut.

  • Tidak ada jalan di Jakarta yang tidak/tak macet.

Pada contoh (3) di atas, ketiadaan pada adjektiva dalam bahasa Indonesia dinyatakan dengan menggunakan tingkatan positif dengan menambahkan negasi tidak atau tak, seperti pada kata tidak macet. Dalam bahasa inggris, ketiadaan kualitas bisa ditandai dengan pemakaian pewatas seperti no atau not, sebagaimana contoh berikut.

  • She is not beautiful

Pada contoh (4) di atas, ketiadaan pada adjektiva dalam bahasa Inggris dinyatakan dengan menggunakan tingkatan positif dengan menambahkan negasi not seperti pada kata not beautiful.

Tingkat intensif menekankan kadar kualitas atau intensitas, yang dinyatakan dengan memakai pewatas benar, betul, atau sungguh. Perhatikan contoh (5) berikut ini:

(5) Pak Andi setia benar dalam pekerjaannya.

Pada contoh (5) di atas, adjektiva benar merupakan adjektiva yang dinyatakan dengan pewatas seperti benar yang diletakkan setelah adjektiva. Hal ini berbeda dengan pemakaian pertarafan adjektiva pada tingkat intensif dalam bahasa Inggris, pewatas yang digunakan adalah really. Perhatikan contoh (6) berikut.

  • She is really

Pada contoh (6) di atas, adjektiva beautiful merupakan adjektiva yang dinyatakan dengan pewatas really yang diletakkan sebelum adjektiva. Dalam bahasa Indonesia, ketiadaan intensitas atau kualitas yang sungguh-sungguh atau mutlak dinyatakan dengan permakaian pewatas sama sekali, tidak … sama sekali atau tidak … sedikit juga/pun. Perhatikan contoh (7) berikut ini:

  • Kakak saya sama sekali tidak sombong/tidak sombong sama

sekali/sedikit juga/pun

Dalam bahasa Inggris, kata yang dipakai untuk menyatakan ketiadaan intensitas atau kualitas yang sungguh-sungguh atau mutlak dinyatakan dengan not really, sebagaimana contoh (8) berikut.

  • She is not really

Berdasarkan contoh (7) dan (8), dapat dilihat bahwa untuk menyatakan ketiadaan tingkat intensif dalam bahasa Indonesia bisa digunakan pewatas sama sekali, tidak … sama sekali atau tidak … sedikit juga/pun yang diletakkan sebelum adjektiva, atau dengan menggunakan negasi tidak sebelum adjektiva kemudian ditambah pewatas sama sekali/ sedikit juga/pun seperti pada contoh (7). Sementara itu, dalam bahasa Inggris, untuk menunjukkan ketiadaan intensitas, bisa digunakan not really yang diletakkan sebelum adjektiva seperti pada contoh (8).

Tingkat elatif menggambarkan tingkat kualitas atau intensitas yang tinggi, dinyatakan dengan memakai pewatas amat, sangat, atau sekali. Untuk memberikan tekanan yang lebih dan pada tingkat elatif, kadang-kadang digunakan kombinasi dan pewatas: amat sangat … atau (amat) sangat sekali. Perhatikan contoh (9) berikut ini.

  • Sikapnya (amat) sangat angkuh (sekali) ketika menerima kami.

Dalam bahasa Inggris, tingkat elatif dinyatakan dengan menggunakan kata very, seperti contoh (10) berikut.

  • She is very beautiful

Berdasarkan contoh (9) dan (10) dapat dilihat bahwa pertarafan adjektiva bahasa Indonesia dan bahasa Inggris memiliki kesamaan yaitu keduanya ditandai dengan pewatas di depan adjektiva. Untuk menyatakan tingkat elatif dalam bahasa Indonesia bisa digunakan pewatas amat, sangat, atau sekali yang diletakkan sebelum adjektiva; sedangkan dalam bahasa Inggris bisa digunakan very yang diletakkan sebelum adjektiva.

Tingkat eksesif, yang mengacu pada kadar kualitas atau intensitas yang berlebih, atau yang melampaui batas kewajaran, dinyatakan dengan memakai pewatas terlalu, terlampau, dan kelewat. Perhatikan contoh (11) berikut ini.

  • Mobil itu terlalu/terlampau/kelewat

Tingkat eksesif dapat juga dinyatakan dengan penambahan konfiks ke-an pada adjektiva, seperti pada contoh (12) berikut ini.

  • Baju saya kebesaran.

Dalam bahasa Inggris, tingkat eksesif dapat dipakai dengan menggunakan kata so dan too, sebagaimana contoh (13) berikut.

  • This car is so/too

Berdasarkan contoh (11), (12), dan (13), dapat dilihat bahwa pertarafan adjektiva pada tingkat eksesif dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris memiliki perbedaan yang sangat mencolok. Pada contoh (11), pertarafan adjektiva pada tingkatan ini ditandai dengan pemakaian terlalu, terlampau, dan kelewat yang diletakkan sebelum adjektiva. Namun, pada contoh (12) tingkat eksesif dalam bahasa Indonesia dibentuk dengan afiksasi, yaitu penambahan ke- dan akhiran –an pada adjektiva. Pada tingkat eksesif seperti contoh (13), kalimat bahasa Inggris ditandai dengan pewatas so dan too yang diletakkan sebelum adjektiva.

Tingkat augmentatif menggambarkan naik atau bertambahnya tingkat kualitas atau intensitas, dinyatakan dengan memakai pewatas makin ….makin … makin …, atau semakin. Perhatikan contoh (14) berikut ini.

  • Makin rajin bekerja, Sutarno menjadi makin

Dalam bahasa Inggris, tingkat augmentatif dapat digambarkan dengan menggunakan double comparative, sebagaimana contoh (15) berikut.

  • The more he plays, the more he improves.

Berdasarkan contoh (14) dan (15), dapat dilihat bahwa pertarafan adjektiva pada tingkat augmentatif dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris memiliki perbedaan. Pada contoh (14), pertarafan adjektiva ditandai dengan pemakaian makin ….makin … makin …, yang diletakkan sebelum adjektiva. Pada tingkat augmentatif, kalimat bahasa Inggris ditandai dengan pewatas doble comparative yang diulang pada klausa kedua seperti contoh (15).

Tingkat atenuatif memberikan penurunan kadar kualitas atau pelemahan intensitas, dinyatakan dengan memakai pewatas agak atau sedikit. Perhatikan contoh (16) berikut ini.

  • Gadis yang agak/sedikit malu itu diterima jadi pegawai.

Pada adjektiva warna, tingkat atenuatif dinyatakan dengan bentuk ke—an yang direduplikasi. Berikut adalah contohnya.

  • Warna bajunya kekuning-kuningan.

Tingkat atenuatif dalam adjektiva bahasa Inggris menggunakan kata about dan approximately. Perhatikan contoh (18) berikut.

  • His hair is approximately

Dari contoh (16), (17), dan (18), dapat dilihat bahwa pertarafan adjektiva pada tingkat atenuatif dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris memiliki perbedaan. Pada contoh (16), pertarafan adjektiva ditandai dengan pemakaian agak atau sedikit yang diletakkan sebelum adjektiva. Pada contoh (17), tingkat atenuatif dalam bahasa Indonesia dibentuk dengan afiksasi, yaitu penambahan ke- dan akhiran –an pada adjektiva warna. Pada tingkat augmentatif, kalimat bahasa Inggris ditandai dengan pewatas about dan approximately sebelum adjektiva seperti contoh (18).

 

Penutup

Ada tiga hal yang bisa dirangkum untuk menutup tulisan ini. Pertama, pentarafan adjektiva dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dari segi kuantitas memiliki kesamaan dan perbedaan dalam pembentukan adjektiva dan pewatas. Kesamaan pada pertarafan adjektiva bahasa Indonesia dan bahasa Inggris terletak pada posisi pewatas adjektivanya, karena pewatas adjektiva berada sebelum adjektiva itu sendiri. Sementara itu, perbedaannya terletak pada pembentukan pertarafan adjektiva dalam bahasa Indonesia, yang bisa ditambahkan konfiks ke- dan –an pada adjektivanya.  Kedua, pada tingkat positif, dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan tentang pemakaian adjektiva baik dalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia.

Ketiga, pembelajar bahasa Indonesia atau bahasa Inggris perlu memahami pembentukan adjektiva tersebut sesuai dengan fungsi dan pemakaiannya. Tulisan ini dapat membantu pembelajar bahasa Indonesia ataupun bahasa Inggris sebagai bahasa kedua untuk memahami perbedaan dan kesamaan antara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia sehingga mempermudah dalam berkomunikasi baik secara lisan maupun tertulis dengan menggunakan adjektiva bertaraf. [ ]

 

 

Referensi

Alwi, Hasan. Dkk. 2004. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Ketiga.  Jakarta: Balai Pustaka

Alexander, L G. 2008. Fluency in English. Yogyakarta: Kanisius.

Azar, Betty Scrampfer. 1989. Understanding and Using English Grammar second edition. New Jersey: Prentice Hall.

________. 1992. Fundamentals English Grammar second edition. New Jersey: Prentice Hall.

Frank, Marcella. 1972. Modern English a practical reference guide. New Jersey: Prentice Hall.


Leave a Reply