Monthly Archives: Desember 2017

  • 0

Mengenal Nomina dalam Bahasa Indonesia

Ririk Ratnasari

Widyaiswara Bahasa Indonesia

Nomina, dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai  Kata Benda. Nomina merupakan jenis kata yang dipergunakan untuk menujukkan kepada nama orang, nama benda atau sesuatu yang dibendakan baik yang bersifat nyata maupun abstrak. Sebagian besar perbendaharaan kata didominasi jumlahnya oleh kata benda.

Dalam sebuah kalimat bahasa Indonesia, kata benda bisa menduduki posisi sebagai subjek dan bisa pula menduduki posisi objek. Jika kata benda berlaku sebagai sesuatu yang diterangkan maka posisinya sebagai objek kalimat. Sebaliknya apabila kata benda menjadi yang menerangkan akan sesuatu maka posisinya berada sebagai subjek kalimat.

Jenis dan Penggunaan Kata Benda

Berdasarkan jenisnya kata benda dalam bahasa Indonesia dapat dikelompokkan sbb:

  1. Kata benda konkret. Kata benda ini merujuk pada benda yang bentuknya dapat digambarkan atau dideskripsikan dengan pancaindera. Contoh: buku, pensil, sekolah, makanan, dll.
  2. Kata benda abstrak. Kata benda ini tidak dapat digambarkan atau dideskripsikan dengan pancaindera. Kata benda jenis ini biasanya dibentuk dari adanya proses afiksasi. Contohnya, kemerdekaan, kebebasan, kebahagiaan, tindakan, dan lain-lain.
  3. Kata benda kolektif. Kata benda yang mengandung arti kumpulan, koleksi, atau jumlah yang majemuk. Contohnya sekelompok manusia, hadirin, majelis, semua, dan lain-lain.
  4. Kata benda khusus. Kata benda jenis ini berkaitan dengan nama tertentu atau yang mewakili suatu entitas tertentu, penanda jenis kata benda ini diawali dengan huruf kapital, seperti nama orang (Difa, Dewi, Rudi, Desi, dll), nama negara (Indonesia, Jerman, Prancis, Arab, dll), nama tempat (Pangkal Pinang, Tanjung Layar, Selayar, Batu Mandi, dll), nama perusahaan/instansi (Garuda Indonesia, PPPPTK Bahasa, Uniliver, Google) dan sebagainya. Kata benda khusus disebut juga kata benda Nama Diri (Proper Noun).
  5. Kata benda umum (common noun). Kata benda umum disebut juga dengan kata benda nama jenis yang menjelaskan suatu kelas entitas. Contoh: salak bali, ubi jepang, kacang bogor, dll.
  6. Kata benda penjumlahan. Kata benda ini terbagi menjadi dua bagian, kata benda terhitung (buku, sepeda, kamus, lemari dan lain-lain ) dan kata benda tak terhitung (tepung, pasir, gula, garam dan lain-lain)

Berdasarkan proses morfologi, kata benda dibagi menjadi :

  1. i, pertanggungjawaban, dll. [RR]
  2. Kata benda dasar/akar. Nomina akar terdiri atas satu morfem akar, yang bersuku satu,dua, atau banyak. Contoh: radio, udara, kertas, dll.
  3. Kata benda turunan. Kata benda turunan dapat terjadi karena adanya proses-proses berikut:
    1. Afiksasi, contoh: kesatuan, penjualan, keuangan, dll.
    2. Reduplikasi, contoh: anak-anak, tetamu, pepatah, dll.
    3. Penggabungan proses, contoh: berkelanjutan, kekanak-kanakan, mobil-mobilan, dll.
  4. Kata benda paduan leksem. Nomina ini dibentuk dari adanya penggabungan dua leksem, misalnya: jejak langkah, loncat indah, sapu tangan, ibu kota, tukang jahit, dll.
  5. Nomina paduan leksem gabungan. Nomina ini dibentuk dari paduan leksim dan afiksasi, misalnya: pendayagunaan, kejaksaan tingg