KOSAKATA BARU DALAM BAHASA INDONESIA DAN CONTOH PENGGUNAANNYA DALAM KALIMAT

  • 0

KOSAKATA BARU DALAM BAHASA INDONESIA DAN CONTOH PENGGUNAANNYA DALAM KALIMAT

Category : Bahasa Arab

Penulis :

Dedi Supriyanto
Widyaiswara Bahasa Arab
PPPPTK Bahasa

Kosakata baru dalam bahasa Indonesia kini banyak bermunculan seiring perkembangan bahasa Indonesia dan penggunaannya yang semakin meluas, tidak hanya di dalam negeri namun juga di luar negeri. Banyak pemelajar bahasa Indonesia di luar negeri yang bersemangat mempelajari dan mempraktikkan bahasa Indonesia, bahkan dengan senang hati mereka mencoba menggunakan kosakata baru tersebut untuk berkomunikasi.

Sebagai penutur asli bahasa pemersatu bangsa Indonesia ini maka sudah sewajarnya kita harus mengetahui, memahami dan juga mepraktikkan beberapa kosakata baru yang telah hadir dan memperkaya perbendaharaan kosakata bahasa Indonesia yang kita cintai ini.

Berikut ini beberapa contoh kosakata baru – yang mungkin masih asing – bagi kita namun sebenarnya sudah resmi digunakan dan pemakaiannya pun juga sudah cukup meluas. Hal ini tidak lepas dari peran Badan Bahasa di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dalam meneliti, mengkaji, menghasilkan dan mempromosikan penggunaan kosakata baru bahasa Indonesia serta kemudian memasyarakatkannya melalui berbagai sarana, antar lain melalui Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) V tahun 2016. Beberapa kosakata baru yang kini beredar sebagian besar diambil dari bahasa asing dan juga bahasa daerah kita.

Dalam artikel ini, penulis juga memberikan contoh penggunaan kosakata baru tersebut dalam beberapa kalimat sehingga diharapkan pembaca dapat memahami dan menggunakannya dalam komunikasi sehari-hari baik secara lisan maupun tulisan.

  1. Posel atau surel

Posel merupakan akronim dari pos elektronik sedangkan surel adalah akronim dari surat elektronik. Kedua kata ini dapat digunakan untuk menggantikan kata email  (electronic mail) yang biasanya masih banyak digunakan dalam berkomunikasi. Contoh kalimat: Saya ingin membuka posel/surel pagi ini.

  1. Fail

Fail bermakna dokumen atau berkas. Kata ini digunakan untuk menggantikan kata file yang juga terkadang masih digunakan masyarakat kita dalam berkomunikasi. Contoh kalimat: Anda dapat menyimpan fail ini di dalam folder tersendiri.

  1. Gawai

Gawai bermakna kerja/pekerjaan. Arti kata lainnya adalah peranti elektronik. Kata gawai ini dapat digunakan untuk menggantikan kata gadget. Ada pula arti lain dari kata gawai, yakni perkakas/alat. Beberapa alat elektronik seperti laptop, tablet, dan komputer juga dapat dikatakan sebagai gawai. Saat ini, media cetak juga mulai menggunakan kata gawai untuk menggantikan kata gadget. Contoh kalimat: Saya menggunakan gawai untuk berkomunikasi dengan pelanggan baru.

  1. Ponsel

Ponsel merupakan akronim dari telepon seluler. Kata ini dapat menggantikan kata handpohone yang umumnya masih sering digunakan oleh masyarakat kita ketika berkomuniaksi dalam bahasa Indonesia. Contoh kalimat: Nomor ponsel saya yang baru adalah 081284038730.

  1. Protofon

Protofon adalah radio-telepon jalan. Kata ini bisa digunakan untuk menggantikan kata Handy Talkie (HT). Contoh kalimat: Petugas itu menggunakan protofon untuk menghubungi rekannya di tempat lain.

  1. Laman

Laman merupakan halaman utama dari suatu web yang diakses oleh pengguna pada awal masuk ke situs tersebut. Kata laman dapat kita gunakan untuk mengganti kata home page. Seiring perjalanan waktu kata laman juga mengalami perluasan makna, tidak hanya untuk halaman depan dari suatu situs/web tapi juga digunakan menyangkut konten sebuah situs atau web. Oleh karena itu ada yang menggunakan kata laman secara umum sebagai pengganti dari istilah website. Contoh kalimat: Mulai hari ini kantor kami memiliki laman baru dan silakan kunjungi www.sinarmataharipagi66.com.

  1. Daring dan Luring

Kata daring merupakan akronim dari “dalam jaringan” dan kata ini untuk menggantikan kata “online.”  Sedangkan luring adalah akronim dari “luar jaringan” dan digunakan untuk menggantikan kata “offline.” Contoh kalimat: Kami akan menghubungi Anda saat daring dan bukan pada saat Anda luring.

  1. Pranala/hipertaut
  1. Ikon

Ikon merupakan gambar atau simbol kecil pada layar komputer yang melambangkan sesuatu (program, peranti, dan sebagainya) yang diaktifkan dengan cara diklik. Arti lainnya adalah lukisan atau gambar. Kata ini dapat digunakan untuk menggantikan kata icon. Contoh kalimat: Beragam ikon dapat kita temukan di desktop ini.

  1. Tetikus

Tetikus adalah peranti periferal pada komputer yang menyerupai tikus, gunanya antara lain untuk mengendalikan kursor saat menggunakan komputer atau laptop. Kata ini dapat digunakan untuk menggantikan kata mouse. Contoh kalimat: Saya selalu menggunakan tetikus saat bekerja menggunakan laptop.    .

  1. Swafoto

Swafoto berarti potret diri yang diambil sendiri dengan menggunakan ponsel atau kamera digital, biasanya untuk diunggah ke media sosial. Kata ini digunakan untuk menggantikan kata selfie. Contoh kalimat: Sebagian besar kawan di kantor kami tidak suka swafoto.

  1. Saltik

Kata saltik merupakan akronim dari salah tik, digunakan untuk menggantikan kata typo. Contoh kalimat: Beberapa kali dia melakukan saltik saat menullis pesan untuk saya.

  1. Pratayang

Dalam bidang komputer kata ini bermakna tinjauan pendahuluan, dalam bidang umum dan perfilman bermakna penayangan sesuatu, terutama film, drama, dan sebagainya kepada orang tertentu sebelum masyarakat umum menontonnya. Kata ini digunakan untuk menggantikan kata preview. Contoh kalimat: Pembicara itu menjelaskan pratayang sebelum menyampaikan paparan lebih mendalam.

  1. Salin dan tempel

Salin dan tempel adalah proses menyalin data  dari suatu sumber, meninggalkan sumber data tidak berubah, dan menulis data yang sama di tempat lain. Salin tempel digunakan untuk mengganti frasa copy paste yang kadang masih sering digunakan dalam komunikasi bahasa Indonesia. Contoh kalimat: Saya sudah menemukan menu salin dan tempel dalam program ini

  1. Pindai

Kata pindai dapat diartikan mengopi atau menyalin gambar atau teks ke dalam komputer dalam bentuk digital. Kata ini dapat digunakan untuk mengganti kata scan. Contoh kalimat: Semua calon mahasiswa sudah memindai ijazah asli mereka.

  1. Peladen

Peladen bermakna orang yang meladeni (pelayan), pengantar naskah khusus ke ruang redaksi, dan juga bermakna komputer dalam jaringan yang berfungsi sebagai penyedia layanan ke komputer lain. Kata ini digunakan untuk menggantikan kata server. Contoh kalimat: Pak Amir memiliki banyak cara untuk memutakhirkan peladen di kantor kami.

  1. Derau

Derau bermakna tiruan bunyi gemuruh hujan dibawa angin. Arti lainnya adalah bunyi, getaran atau isyarat (sinyal) yang tidak diinginkan atau gangguan yang terjadi dalam sistem transmisi telekomunikasi yang memengaruhi kualitas informasi. Kata ini dapat digunakan untuk menggantikan kata noise. Contoh kalimat: Adanya derau membuat informasi yang diterima menjadi tidak jelas.

  1. Narahubung

Narahubung adalah orang yang bertugas sebagai penghubung dan penyedia informasi untuk pihak luar, biasanya dalam kegiatan seminar, diklat, konferensi, dan sebagainya. Kata ini digunakn untuk mengganti kata contac person. Contoh kalimat: Semua peserta dapat berkomunikasi dengan narahubung kegiatan diklat ini setiap saat.

  1. Pelantang

Pelantang adalah alat untuk melantangkan suara. Kata ini digunakan untuk menggantikan kata microphone. Contoh kalimat: Beliau seharusnya menggunakan pelantang agar suaranya lebih jelas dan terdengar.

  1. Pewara

Pewara adalah pembawa acara dalam suatu upacara, kegiatan, pertemuan, dan sebagainya. Kata ini digunakan untuk menggantikan kata MC (Master Ceremony). Contoh kalimat: Pewara acara dalam kegiatan ini adalah Ibu Sinta Dwi Trikora, M.Pd.

  1. Pramusiwi

Pramusiwi adalah wanita yang bekerja pada suatu keluarga dengan tugas merawat bayi atau anak-anak kecil keluarga yang bersangkutan. Kata lain untuk pramusiwi adalah pengasuh anak. Kata ini bisa digunakan untuk menggantikan kata babby sitter. Contoh kalimat: Pramusiwi baru di rumah kami bernama Khadijah.

  1. Perundungan

Perundungan adalah proses, cara dan perbuatan merundung atau perlakuan yang bisa membuat orang lain merundung/tersakiti/teraniaya. Kata ini dapat digunakan untuk menggantikan kata Bully. Contoh kalimat:  Anak itu selalu mendapat perundungan di lingkungan rumahnya.

Demikianlah beberapa contoh kosakata baru dan penggunaannya dalam bahasa Indonesia, semoga kita terbiasa menggunakan kosakata baru tersebut seraya mengurangi atau meminimalkan penggunaan kosakata yang berasal dari bahasa asing ketika kita berkomunikasi dalam bahasa Indonesia. Mari kita ingat slogan “Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing.” Jayalah bahasa Indonesia!


Leave a Reply