Daily Archives: Juni 1, 2018

  • 1

Profil UNBK Dan Keterkaitannya dalam Pembelajaran Aktif : Model Pembelajaran Kontekstual (Bagian 5)

Elvi Saidi
Widyaiswara LPMP Gorontalo

PROFIL UNBK

Langkah-langkah pembelajaran kontekstual di atas, menurut Trianto (2011: 6) harus dilandasi oleh tujuh Prinsip, yakni: Konstruktivis, Inkuiri, Bertanya, Masyarakat belajar, Pemodelan, Refleksi, dan Penilaian otentik.

1. Konstruktivis, dimana pembelajaran menekankan pentingnya siswa membangun sendiri pengetahuan mereka lewat keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Pembelajaran lebih diwarnai oleh student centered dari pada Teacher centered. Siswa dapat mengkonstruksi pengetahuan berupa konsep baru apabila konsep itu berada pada tingkat perkembangan siswa.

Artinya mengkonstruksi konsep baru itu harus didasari oleh penguasaan konsep dasar sebagai prasyarat sehingga pembelajaran bermakna. Pembelajaran bermakna yakni menghindari pembelajaran hafalan yang bisa membosankan siswa.

2. Inkuiri, inkuiri merupakan bagian inti dari pembelajaran kontekstual, Guru harus selalu merancang kegiatan yang merujuk pada kegiatan menemukan, apapun materi yang dibelajarkan. Siklus inkuiri terdiri dari, 1) observasi, 2) bertanya, 3) mengajukan dugaan, 4) pengumpulan data, 5) penyimpulan. Selanjutnya langkah-langkah inkuiri adalah sebagai berikut, 1) merumuskan masalah, mengamati atau melakukan observasi, 3) menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan, 4) mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya.

3. Bertanya, bertanya merupakan strategi utama berbasis Pembelajaran kontekstual. Kegiatan bertanya berguna untuk , 1) menggali informasi, mengecek pemahaman siswa, membangkitkan respon pada siswa, mengetahui sejauhmana keingintahuan siswa, mengetahui hal-hal yang sudah diketahui, memfokuskan perhatian siswa, membangkitkan pertanyaan dari siswa, menyegarkan kembali pengetahuan siswa.

4. Masyarakat belajar, artinya hasil yang diperoleh dalam pembelajaran adalah hasil dari kerjasama antar siswa. Misalnya seorang siswa yang memiliki pemahaman yang lebih maju dari siswa lainnya dapat menjadi tempat bertanya oleh teman-temannya. Dengan demikian sudah terbentuk masyarakat belajar. Masyarakat belajar dapat juga dilakukan dengan membentuk kelompok belajar untuk menyelesaikan suatu masalah.

5. Pemodelan, merupakan hasil belajar baik pengetahuan dan keterampilan yang dapat dimodelkan. Model dapat didemonstrasikan didepan masyarakat belajar. Untuk mendemonstarsikan produk pengetahuan atau keterampilan produk dapat dilakukan oleh guru akan tetapi dianjurkan lebih pada siswa dapat pula menggunakan model dari praktisi berasal dari luar sekolah.

6. Refleksi, Refleksi, merupakan cara berpikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir evaluatif, misalnya berpikir tentang strategi belajar diri dan sejauhmana pencapaian pengetahuan. Jika capaian pengetahuan tidak maksimal maka strateginya ada yang salah, yang kemudian siswa harus mengganti atau melengkapi strategi yang belum dilakukan.

7. Penilaian Otentik, merupakan proses pengumpulan data perolehan pencapaian pembelajaran sebagai gambaran perkembangan belajar siswa secara kontiny, baik pada kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan bahkan pada penguasaan karakter, Kompetensi kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif.Peniaian otentik yang kontinyu ditekankankan pada pembelajaran siswa dengan cara yang benar hingga mereka hingga mampu mengemmbangkan dirinya untuk mandiri bealar atau learning how to learn.

Penilaian otentik ini sangat penting dalam internal sekolah sebagai pemastian siswa untuk siap dilepas pada arena Unbk, yang penilaiannya secara eksternal atau penilaian non otentik.

Ketujuh prinsip pembelajaran kontekstual sangat mendukung Implementasi kurikulum 2013 sekaligus inklud didalamya adalah Unbk sebagai penilaian non otentik

Analisis Kesesuaian Profil Unbk dengan Pembelajaran aktif: Model Pembelajaran Kontekstual

Untuk membahas kesesuaian hubungan profil Unbk dengan Konsep pembelajaran aktif yang dalam hal ini mengambil model pembelajaran kontekstual. Dari berbagai referensi yang memuat pendapat para ahli tentang Unbk dan dengan sedikit pengalaman dilatih dan melatih penyusunan Kisi-Kisi dan penyusunan Usbn yang formatnya memiliki kesamaan dengan Unbk (Usbn berbasis kertas dan Unbk berbasi Komputer) maka diperoleh Prodil Unbk yang sedikitnya memiliki tujuh Indikator.

Pembelajaran Kontekstual, dari pendapat para ahli yang telah diuraikan di atas melalui eksplorasi literasi yang cukup dapat menyimpulkan bahwa Pembelajaran Kontekstual merupakan salah satu dari sekian banyak Pembelajaran Aktif yang dirujuk dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013. Melalui eksplorasi literasi Materi Pelatihan Kurikulum 2013, khususnya pada materi pelatihan ‘Model-Model pembelajaran’, untuk Model Pembelajaran Kontekstual tidak tercantum sebagai alternatif model pembelajaran.

Dari berbagai sumber yang memuat pendapat ahli tentang Pembelajaran Kontekstual dapat diketahui bahwa pembelajaran ini memiliki tujuh strategi menurut Johnson (2006) dan memiliki tujuh Prinsip menurut Trianto. Antara kedua penulis yang satunya menggunakan istilah ‘Strategi Pembelajaran Kontekstual’ sementara yang satunya lagi menggunakan istilah ‘Prinsip Pembelajaran Kontekstual’. Oleh karena Istilah Strategi dan Prinsip merupakan hal yang berbeda maka dengan keterbatasan penulis belum dapat menyimpulkan bahwa, keduannya adalah sama maknanya.

Akan tetapi penulis hanya dapat menjelaskan dengan menggunakan analisa menghubungkan keseuaian antar Profil Unbk, Staregi Pembelajaran Kontekstual dan Prinsip Pembelajaran Kontekstual. Bahasan analisis yang dimaksudkan sebagaimana dijelaskan pada tabel berikut ini.

Tabel 3. Analisis hubungan Profil Unbk dengan Pembelajaran Aktif: Model Pembelajaran Kontekstual


  • 1

Profil UNBK Dan Keterkaitannya dalam Pembelajaran Aktif : Model Pembelajaran Kontekstual (Bagian 6)

Elvi Saidi
Widyaiswara LPMP Gorontalo

PENUTUP

1. Kesimpulan

Berdasarkan bahasan Profil Unbk dan Pembelajaran aktif: model pembelajaran kontekstual maka kesimpulan analisis adalah sebagai berikut.

1) Unbk mengandung soal-soal yang unfamiliar baik bagi guru dan siswa sebagai peserta Unbk.

1) Unbk mengandung soal-soal yang unfamiliar baik bagi guru dan siswa sebagai peserta Unbk.

2) Model Pembelajaran Kontekstual merupakan salah satu Pembelajaran aktif

3) Terdapat kesesuaian hubungan antara 7 indikator profil Unbk dengan 7 strategi model pembelajaran kontekstual dan 7 Prinsip model pembelajaran kontekstual

4) Tujuh Strategi model pembelajaran kontekstual dan Tujuh Prinsip model pembelajaran kontekstual yang dapat menjangkau pencapaian kompetensi siswa pada Unbk.

2. Saran

1) Sangat diperlukan dukungan sekolah untuk memfasilitasi penyiapan pembelajaran aktif: Model Pembelajaran Kontekstual untuk penyiapan siswa pada Unbk.

2) Sangat diperlukan kesiapan profesional dan pedagogik guru dalam membangun kesiapan siswa menghadapi Unbk melalui Pembelajaran aktif yang salah satu altenatifnya yakni, dengan menerapkan model pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning).

3) Sangat diperlukan dukungan orang tua siswa dalam memberikan kontribusi sebagai konsekwensi Unbk dan Pembelajaran aktif: Model Pembelajaran Kontekstual.

Daftar Pustaka

Anderson,L,W dan Krathwohl D,R,2001, Taxonomi For learning, teaching and assessing Arevision of Blomm’s Taxonomy of Educational Objectves. New York: Longman.

Anonim. 2009. Langkah-langkah model pembelajaran komntekstual

BSNP. 2017/2018. Prosedur operasional standar Penyelenggaraan ujian sekolah Berstandar nasional.

Elain B. Johonson. 2006. Contextual teaching and Learning: menjadikan Kegiatan belajar mengajar mengasyikkan dan bermakna.Bandung:MLC.

Kemdikbud, 2018. Penyusunan indikator kisi-kisi soal Usbn 2017/2018.

Kemdikbud. 2016. Pembelajaran dan Penilaian (Slide Pelatihan)

Kemdikbud. 2016. Permendikbud no 23 tahun 2016

Kemdikbud. 2016. Permendikbud no 24 tahun 2016

Kompasiana. 2018. Apa Itu Unbk. Sumber: https://www.utopicomputers.com. Apa Itu UNBK ? Pengertian, Fungsi Atau Tujuannya.

Muclisin Riadi. 2012. Pembelajarean Aktif (Artikel) . Sumber: https://www.kajianpustaka.com/2012/12/pembelajaran-aktif.html

Panduan Kurikulum 2013 versi revisi 2017.

Sanjaya, W.2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.

Suciati,2007, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: Universitas Terbuka

Sudrajat. 2011. Pembelajaran Aktif. Sumber: https://www.slideshare.net/akhmadsudrajat/pembelajaran-aktif-active-learning

Trianto. 2011. Model-Model Pembelajaran Inovatif berorientasi Konstruktivistik, Jakarta: Prestasi Pustaka.