LEKSIKOGRAFI ZAMAN NOW SELAYANG PANDANG

  • 0

LEKSIKOGRAFI ZAMAN NOW SELAYANG PANDANG

Category : Artikel Kebahasaan

Leksikografi, sesuai batasan KBBI daring edisi V adalah (a) cabang ilmu bahasa mengenai teknik penyusunan kamus dan (b) perihal penyusunan kamus. Singkatnya, leksikografi mengecimpungi perkamusan. KBBI cetak edisi IV (2008: 614-615) memberi batasan kamus sebagai (a) buku acuan yang memuat kata dan ungkapan, biasanya disusun menurut abjad berikut keterangan tentang makna, pemakaian, atau terjemahannya; dan (b) buku yang memuat kumpulan istilah atau nama yang disusun menurut abjad beserta penjelasan tentang makna dan pemakaiannya. Berbincang mengenai leksikografi tentu tidak dapat berlepas diri dari dinamika perkembangan teknologi. Betapa tidak, seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, perkamusan pun menyesuaikan perkembangan teknologi itu hingga mengejawantah dalam format digital, yakni kamus elektronik atau kamus digital. Kamus pun tidak sekadar berbasis kertas (manual), tetapi juga berbasis elektronik (e-dictionary). Oleh karena itu,  batasan kamus sesuai KBBI daring dan cetak pun tentu seyogianya menyesuaikan.

Sebagian pekamus digital tentu beranggapan bahwa kamus digital lebih baik daripada kamus manual. Tidak dapat dimungkiri, secara fisik, kamus digital memang lebih bergerak (mobile) dan praktis daripada kamus kertas, karena dari dimensi multimedia kamus digital menyajikan pelafalan secara auditoris dan terhubung dengan konten laman. Kamus digital boleh dikatakan sudah banyak digunakan oleh mayoritas anggota masyarakat perkotaan dalam berbagai platform, yakni komputer meja (desk-top), tablet, dan telepon pintar. Selain kelebihan yang dimiliki kamus digital, ia memiliki kelemahan. Dari sisi pengguna misalnya, dalam konteks keindonesaan utamanya di wilayah terluar (outermost), terpencil (remote),  dan tertinggal (disadvantaged); tidak setiap pengguna memiliki kemudahan akses dan jaringan internet, mengingat keterbatasan penetrasi untuk menjangkau wilayah itu. Dalam kerangka ini, kamus manual-cetak (paper-based) sejatinya dapat menggantikan kamus digital. Satu hal penting lagi yang perlu dinyatakan adalah bahwa baik kamus digital maupun kamus cetak sifatnya saling melengkapi. Bagi pemanfaat yang beruntung karena kemudahan memiliki kamus cetak dan kamus digital, ia dapat membandingkan antara keduanya. KBBI daring edisi V dan KBBI cetak dapat dijadikan contoh betapa KBBI cetak menyajikan konfigurasi deskripsi kata yang lebih lengkap daripada KBBI daring. Baik KBBI versi daring maupun luring pun belum menyertakan traskripsi fonetis secara auditoris. (Gunawan Widiyanto)


Leave a Reply