BUNYI BAHASA ARAB

  • 0

BUNYI BAHASA ARAB

Category : Bahasa Arab

                                                                Oleh: M. Isnaini

Widyaiswara P4TK Bahasa

  1. Vokal (الحركات/الصوائت)

Ada tiga sudut pandang yang digunakan ilmuan fonetik Arab dalam membagi vokal, masing-masing; panjang pendek vokal, tebal tipisnya serta dari segi tunggal atau gandanya.

  1. Pembagian vokal menurut panjang pendeknya

Vokal panjang (mad) adalah vokal yang waktu mengucapkannya memerlukan dua kali tempo mengucapkan vokal pendek. Ulama fonetik menamakan vokal panjang ini dengan huruf mad yang terdiri dari tiga, yaitu; (1) alif yang didahului fathah, seperti باع, قال (2) Waw yang didahului oleh dhamah, seperti سرور, نور  dan (3) Ya yang didahului oleh kasrah, seperti أليما, قيل.

Vokal pendek dalam bahasa Arab juga terbagi tiga, yaitu fathah, kasrah dan dhamah. Ulama fonetik Arab, termasuk Ibnu Jinni, menamakan vokal ini dengan sebutan “harakat”, sebagaimana mereka menamakan vokal panjang dengan “mad”.

Maka dapat disimpulkan bahwa dalam bahasa Arab terdapat tiga buah vokal pendek yaitu fathah, kasrah dan dhamah dan tiga buah vokal panjang yaitu fathah panjang, kasrah panjang dan dhamah panjang. Vokal panjang dan pendek mempunyai sifat yang sama, kecuali panjang pendeknya saja.

  1. Pembagian vokal menurut tebal tipisnya

Vokal Arab dapat dibagi menjadi tiga macam vokal, yaitu; vokal tebal, vokal semi tebal dan vokal tipis.

  1. Sebuah vokal dikatakan tebal (mufakhamah) bila vokal itu terdapat pada konsonan palatal yang empat, yaitu: ص, ض, ط, ظ seperti صبر, ضرب, طلب, ظلم.
  2. Vokal dikatakan semi tebal, bila vokal tersebut terdapat pada konsonan velar, yaitu غ, خ, ق seperti غير, خير, قبر.
  3. Sedangkan vokal tipis adalah semua vokal yang terdapat dalam konsonan selain konsonan yang telah disebutkan di atas, seperti سفر.

Dari pembagian di atas, maka kita dapat mencatat sebayak 18 buah vokal dalam bahasa Arab.

  1. Pembagian vokal menurut tunggal atau majemuknya

Vokal dapat dibagi menjadi vokal tunggal (monoftong) dan vokal rangkap (diftong untuk rangkap dua dan triftong untuk rangkap tiga).

Vokal tunggal yaitu fathah pendek, fathah panjang, dhamah pendek, dhamah panjang, kasrah pendek dan kasrah panjang.

Vokal rangkap terjadi dengan perpindahan lidah dari posisi hendak menuturkan sebuah vokal kepada posisi hendak menuturkan vokal lain, dapat juga dikatakan bahwa vokal rangkap adalah gabungan dari dua vokal asli.

Sebagian pakar ponetik Arab tidak mengakui adanya vokal rangkap dengan alasan bahwa pengertian vokal rangkap adalah sebuah kesatuan, sedangkan yang terdapat dalam bahasa Arab adalah gabungan dua vokal. Sedangkan pakar fonetik lainnya mengakui adanya vokal rangkap dalam bahasa Arab. Di antara contoh vokal rangkap adalah  خير, بيع, قيل.

2. Konsonan Arab

Sebagian ulama fonetik mengatakan bahwa bahasa Arab terdiri dari 28 konsonan, sebagian yang lain mengatakan terdiri dari 26 konsonan. Ulama yang mengatakan 28 konsonan, memasukan semi vokal (و,ي) dalam konsonan, sedangkan yang mengatakan 26 konsonan, tidak memasukkan semi vokal dalam konsonan.

Semi vokal sebenarnya adalah konsonan, di samping memiliki sifat-sifat konsonan juga memiliki sifat-sifat yang dimiliki vokal. Perbedaan semi vokal dengan konsonan adalah perbedaan ilmiah, sedangkan dalam praktek, orang cenderung menganggapnya sama. Oleh sebab itu tidak terlalu salah orang yang memasukkan semi vokal dalam urutan konsonan.

Dua puluh delapan konsonan dan semi vokal Arab yang dimaksud dapat dilihat dalam tabel berikut.

Tabel 1. Konsonan Arab

Makhraj Letupan Geseran Gb Sifat lain
Suara Td. Suara Suara Td. Suara   Geseran bersuara
Tb Tp Tb Tp Tb Tp Tb Tp Sp Ul Ns Sv
Bilabial ب م و
Labiodental ف
Labio Interdental ظ ذ ث
Apikodental ض د ط ت ل ن
Apikoalveolar ز ص س ر
Apikopalatal ش ج
Mediopalatal ي
Dorsovelar ك غ خ
Uvular ق
Pharyngal ع ح
Glotal ء هـ

Catatan:

Td. Suara   = Tidak bersuara Gb  = Gabungan
Tb               = Tebal Tp   = Tipis
Sp               = Sampingan Ul    = Berulang
Ns               = Nasal Sv   = Semi Vokal

 3. Semi Vokal

Mengingat cara penuturannya yang mirip dengan penuturan vokal, maka ulama memberi namanya dengan semi vokal walaupun secara praktis semi vokal (و, ي) termasuk konsonan, dimana huruf tersebut mempunyai makhraj yang merupakan titik penghambatan terhadap arus udara yang datang dari paru-paru.


Leave a Reply