Author Archives: admin

  • 1

Rakor Kurikulum 2013 Wilayah Prov. Gorontalo

Rapat Koordinasi Data Pelaksanaan Pelatihan Kurikulum 2013 di Provinsi Gorontalo dilaksanakan pada hari Selasa s.d Kamis di Hotel Paradise Kota Gorontalo.
Rakor dibuka secara resmi oleh Kepala PPPPTK Bahasa Ibu. Dr. Hj. Luizah F. Saidi, M.Pd dengan agenda :

1. Pejaringan Data Kepala Sekolah

2. Penjaringan Data Sekolah Inti

3. Penjaringan Data Instruktur

4. Penjaringan Data Peserta

5. Pemaparan Program Kurikulum 2013 sekaligus penjelasan menyoal tata kelola keuangan dalam memanajemen Bantuan Pemerintah.

Rakor dihadiri oleh seluruh Perwakilan Dinas Pendidikan baik tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota.

Hari kedua penjaringan data serta seluruh agenda kegiatan Rakor sudah diselesaikan dengan baik. Membawa hasil data serta masukan dari berbagai pihak

Kegaitan Rakor resmi ditutup oleh Ibu Kepala PPPPTK Bahasa Ibu. Dr. Hj. Luizah F. Saidi, M.Pd, pada hari Kamis Pukul 08.00.

Semoga hasil yang di dapat dapat membawa dampak positif bagi terlaksannya Program Kulrikulum 2013 dan juga bagi dunia pendidikan Indonesia

Foto bersama pada acara pembukaan Rakor

  • 0

  • 1

Diklat peningkatan Kompetensi Berbahasa Jepang

Kegiatan Diklat Bahasa Jepang bagi Guru SMA/SMK ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Guru Bahasa Jepang.
Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya kompetensi Profesional Guru bahasa Jepang setara NNS level 4
Sasaran kegiatan ini adalah Sasaran peserta Diklat Guru Bahasa Jepang  ini berjumlah 30 orang.

PPPPTK Bahasa memiliki wewenang penuh dalam penentuan peserta baik yang terpanggil ataupun pengganti jika diperlukan.

Formulir Biodata dan SPPD dapat di download disini


  • 0

Lagu Indonesia Raya 3 Stanza

Mendikbud Akan Buat Surat Edaran, Lagu “Indonesia Raya” Dinyanyikan 3 Stanza

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy akan menerbitkan surat edaran ke seluruh sekolah. Surat edaran tersebut meminta agar lagu Indonesia Raya dinyanyikan secara utuh, yakni 3 stanza, ketika dilaksanakan upacara. “Kemendikbud akan mengeluarkan edaran agar di sekolah menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza,” kata Muhadjir di Kemendikbud, Jakarta, Kamis (3/8/2017). Menurut Muhadjir, pada awalnya, lagu Indonesia Raya dinyanyikan 3 stanza. Kemudian, keluar Keputusan Presiden (Keppres) yang menyatakan bahwa lagu Indonesia Raya dinyanyikan 1 stanza.

“Saya tidak tahu itu kenapa bisa jadi 1 stanza. Itu memang secara resmi, saya tidak tahu keppresnya tetap masih dipertahankan 1 stanza,” kata Muhadjir. Dia menilai perbedaan antara lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan 1 stanza memiliki efek rasa semangat yang berbeda ketika dinyanyikan 3 stanza. Muhadjir menganalogikannya dengan hasil foto. “Kalau 1 stanza ibaratnya foto setengah badan. Kalau 3 stanza foto penuh,” kata Muhadjir.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Mendikbud Akan Buat Surat Edaran, Lagu “Indonesia Raya” Dinyanyikan 3 Stanza”,

Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2017/08/03/18205071/mendikbud-akan-buat-surat-edaran-lagu-indonesia-raya-dinyanyikan-3-stanza.

Penulis : Fachri Fachrudin


Lagu Indonesia Raya secara Utuh terdiri atas 3 (tiga) Bait atau 3 (tiga) stanza.

Karena kita terbiasa menyanyikan lagu kebangsaaan Indonesia Raya hanya 1 stanza, kemungkinan diantara kita banyak yang lupa atau tidak tahu stanza ke 2 dan stanza ke 3 dari lagu Indonesia Raya.

Sekedar berbagi pengetahuan (silahkan dikoreksi jika salah), berikut ini 3 (tiga) stanza lagu kebangsaan Indonesia Raya sesuai PP Nomor 44 Tahun 1958 tentang tentang Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Berikut lyric per stanzanya :

Lagu Indonesia Raya secara Utuh terdiri atas 3 (tiga) Bait atau 3 (tiga) stanza.

Karena kita terbiasa menyanyikan lagu kebangsaaan Indonesia Raya hanya 1 stanza, kemungkinan diantara kita banyak yang lupa atau tidak tahu stanza ke 2 dan stanza ke 3 dari lagu Indonesia Raya.

Sekedar berbagi pengetahuan (silahkan dikoreksi jika salah), berikut ini 3 (tiga) stanza lagu kebangsaan Indonesia Raya sesuai PP Nomor 44 Tahun 1958 tentang tentang Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Berikut lyric per stanzanya :

Bait / Stanza I

Indonesia tanah airku,

Tanah tumpah darahku,

Di sanalah aku berdiri,

Jadi pandu ibuku.

Indonesia kebangsaanku,

Bangsa dan tanah airku,

Marilah kita berseru,

Indonesia bersatu.

Hiduplah tanahku,

Hiduplah negriku,

Bangsaku, Rakyatku, semuanya,

Bangunlah jiwanya,

Bangunlah badannya,

Untuk Indonesia Raya.

Refrein

Indonesia Raya,

Merdeka, merdeka,

Tanahku, neg’riku yang kucinta!

Indonesia Raya,

Merdeka, merdeka,

Hiduplah Indonesia Raya.

Bait / Stanza II

Indonesia, tanah yang mulia,

Tanah kita yang kaya,

Di sanalah aku berdiri,

Untuk s’lama-lamanya.

Indonesia, tanah pusaka,

P’saka kita semuanya,

Marilah kita mendoa,

Indonesia bahagia.

Suburlah tanahnya,

Suburlah jiwanya,

Bangsanya, rakyatnya, semuanya,

Sadarlah hatinya,

Sadarlah budinya,

Untuk Indonesia Raya.

Refrein

Indonesia Raya,

Merdeka, merdeka,

Tanahku, negriku yang kucinta!

Indonesia Raya,

Merdeka, merdeka,

Hiduplah Indonesia Raya.

Bait / Stanza III

Indonesia, tanah yang suci,

Tanah kita yang sakti,

Di sanalah aku berdiri,

M’njaga ibu sejati.

Indonesia, tanah berseri,

Tanah yang aku sayangi,

Marilah kita berjanji,

Indonesia abadi.

Slamatlah rakyatnya,

Slamatlah putranya,

Pulaunya, lautnya, semuanya,

Majulah Negrinya,

Majulah pandunya,

Untuk Indonesia Raya.

Refrein

Indonesia Raya,

Merdeka, merdeka,

Tanahku, negriku yang kucinta!

Indonesia Raya,

Merdeka, merdeka,

Hiduplah Indonesia Raya.


  • 0

KEHIDUPAN MASYARAKAT MESIR Pengalaman Lintas Budaya

Category : Artikel Umum , Bahasa Arab

Dedi Suprianto

Widyaiswara Bahasa Arab
PPPPTK Bahasa

Bila kita berkunjung ke Mesir, selain kita dapat belajar dan mempraktikkan bahasa Arab, tentunya kita juga dapat mengenal lebih dekat budaya masyarakat negeri Piramida ini. Ada beberapa pengalaman empiris yang dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat Indonesia yang ingin berkunjung ke sana. Berikut ini beberapa pengalaman empiris yang terjadi pada penulis selama berada di Mesir. Pengalaman yang menyenangkan, haru, sedih maupun menegangkan.

  1.    Menyapa dan menanyakan asal

Secara umum masyarakat Mesir sangat tertarik dan ramah dengan orang asing, termasuk orang asing dari daerah Asia. Di beberapa wilayah yang jarang orang asingnya sepeti di Ismailia (2,5 jam dari Cairo), banyak orang Mesir yang baru pertama kali meilihat penulis kemudian tersenyum lalu menyapa. Bahkan tidak jarang beberapa anak kecil memandang sambil mengikuti penulis seraya menyapa dengan bahasa mereka.

Umumnya mereka menyapa dengan bahasa Mandarin yaitu  “Ni haoma?” (“Apa kabar?”), kemudian pengajar menjawab dengan “Ni hao” (kabar baik”) sambil menjelaskan bahwa kami dari Indonesia dan kami beragama Islam, lalu kami menyapa mereka dengan salam “Assalamu’alaikum” dan kemudian mereka tersenyum dan menjawab salam kami. Mereka kadang kaget juga ternyata penulis juga bisa berbahasa Arab. 

Adapula di antara mereka yang menanyakan asal penulis dengan bertanya, “Min Shiin?” (“Dari Cina?”),  “Min Yaban?” (“Dari Jepang?”), “Min Malaysia?” (“Dari Malaysia?”), “Min Korea?” (Dari Korea?”), “Min Filipina?” (“Dari Filipna?”). Tentunya kami langsung menjawab “Kami dari Indonesia” atau “Indonesia”. Kemudian mereka menjawab “Oh min Indonesia” (“Oh, dari Indonesia?”), kemudian rata-rata mereka langsung menjawab “Ahsanunnas!” (“sebaik-baik manusia!”). Namun uniknya dari sekian pertanyaan tentang asal jarang sekali yang menanyakan langsung kepada pengajar dengan pertanyaan “Min Indonesia?” (“Dari Indonesia?”/ “Anda dari Indonesia?”).  Jadi kebanyakan mereka – yang tinggal jauh dari ibu kota Cairo – menebak kita orang Asia dan umumnya bagi mereka Asia itu adalah Cina. Sudah tentu mereka mudah menebak kita orang Asia atau orang Cina karena penampilan fisik kita tidak seperti mereka (orang Arab).

 

2.    Keinginan warga untuk foto bersama

Banyak pula warga Mesir yang meminta foto bersama penulis, terutama di tempat wisata atau kendaraan umum saat baru pertama kali berjumpa dengan mereka. Mereka meminta dan mengajak penulis untuk swafoto sebagai kenang-kenangan yang indah karena bisa bertemu dangan orang asing yang secara fisik tentunya berbeda dengan mereka. Hal ini membuat penulis tersenyum-senyum, bangga dan bahagia karena merasa diri bak orang atau artis terkenal yang disanjung dan dipuja-puja.   

  

3.   Sempat dilarang masuk masjid

            Pernah suatu kali, saat penulis bersama bersama seorang kawan asalIndonesia ingin masuk masjid dan menunaikan shalat ashar, tiba-tiba dari dalam masjid muncul seorang bapak tua yang melarang kami masuk masjid. Beliau melarang masuk dan meminta kami untuk keluar. Padahal kami belum sempat berkata apa-apa dan baru berdiri di depan pintu masjid. Awalnya kami mengira bahwa masjid ingin ditutup karena sudah tidak ada jama’ah lagi. Untungnya dari dalam masjid juga muncul seorang polisi yang baru saja shalat ashar dan kemudian mengatakan kepada bapak tua tadi bahwa kami berdua ini datang ke masjid karena ingin shalat. Kami pun juga segera menjelaskan kepada bapak tua pengurus masjid tadi bahwa kami muslim dan ingin shalat di dalam masjid. Saat bapak tua tadi tahu bahwa kami muslim dan ingin shalat maghrib lalu dia tersenyum ramah, meminta maaf dan mempersilakan kami untuk shalat. Beliau menunggu kami shalat, bahkan selesai shalat kami diberi hidangan minuman dan kurma oleh beliau. Lalu beliau menanyakan asal kami. Setelah tahu kami dari Indonesia beliau mengatakan “ahsanunnas!” (“sebaik-baik manusia”/”orang Indonesia adalah orang-orang yang baik”).    

 

4.  Menjamu tamu dengan banyak makanan

Bila kita bertamu atau diundang makan oleh keluarga atau sahabat dari Mesir maka kosongkan perut atau bersiap-siaplah untuk lapar sebelumnya, karena biasanya mereka menjamu dan menghidangkan makanan untuk tamu dalam porsi besar dan beraneka ragam jenis masakan. Penulis merasa senang namun juga tidak enak bila tidak menghabiskan makanan yang disediakan, karena memang sudah kenyang atau kadang rasa makanan belum sesuai dengan lidah penulis. Bahkan ketika makanan kita hampir habis pun mereka meminta dan bahkan menambahkan ke dalam piring yang sedang kita gunakan, bagi mereka ini suatu penghormatan menjamu tamu.  Namun demikian bagi penulis ini adalah suatu latihan alami untuk bisa beradaptasi dengan keluarga dan juga makanan khas Mesir yang beraneka ragam bentuk dan rasanya. 

 

5.  Mujamalah (basa-basi)

Mujamalah adalah ungkapan basa basi. Di antara contoh mujamalah adalah saat kita melakukan transaksi jual beli. Di saat kita membeli barang, sering penjual menolak bayaran kita sambil tersenyum, menggoyangkan tangannya – tanda kita tidak perlu membayar- dan mengatakan “kholi” yang artinya gratis tau perlu membayar.  Hal ini sebenarnya hasanya basa-basi. Ketika kita mengetahui budaya ini maka sudah sewajarnya kita membayar sesuai harga yang telah tertera atau disepakati. Hal ini leih menambah kakraban dan persaudaran manakala penjual berbasa basi dengan mengatakan ini barang tersebut gratis kemudian kita membayarnya sesuai ketentuan. Artinya kita sama-sama saling diuntungkan karena kita bisa saling menghargai dan menghormati dalam urusan bermasyarakat.   

 

6.  Penggunaan ungkapan “Bukhrah” (Besok/nanti)

Terkadang ada orang Mesir menjanjikan sesuatu kemudian mengatakan “bukhroh”, yang artinya besok/nanti. Kita harus lebih berhati-hati karena belum tentu “bukhroh” di sini artinya besok atau selang satu hari dari hari ini. Misal dalam pengurusan visa, kita  bertanya kepada petugas di sana dengan mengatakan “Imta aljawaz maugud? (Kapan selesai pengurusan paspor/visa?”), apabila petugas menjawab dengan ungkapan “bukhroh” (besok/nanti) maka waspadalah, apalagi bila mereka mengatakan “bada bukhroh” (setelah besok), bisa jadi artinya waktu penyelesaian visa semakin tidak jelas kapan akan selesai. Oleh karena itu “bukhroh” ini maksundya ungkapan tentang waktu yang tidak pasti atau belum pasti waktunya entah kapan. Maka tak jarang masyarakat Indonesia yang tinggal di Mesir sering mengingatkan rekan-rekannya sambil bercanda dengan mengatakan, “Hati-hati loh dibukhrohin orang Mesir.” atau “Nggak mau ah dibukhrohin, capek, tidak jelas.”

 

7.  Penggunaan ungkapan “Quraib” (Dekat)

Bila kita sedang berjalan kaki lalu bertanya kepada orang Mesir, “Ayna Jam’ah Al-Azhar?” (“Di mana kampus Al-Azhar?”), kemudian orang itu menjawab, “quraib!” (dekat!), maka kita jangan langsung memperkirakan dan menyangka bahwa kampus Al-Azhar memang sudah dekat, bisa jadi kampus itu masih jauh. Karena menurut mereka bisa jadi jarak kampus tersebut dari tempat kita bertanya memang dekat namun bagi kita sebenarnya masih jauh bahkan sangat jauh dari kampus Al-Azhar, misalnya masih 5-10 km berjalan kaki atau sekitar 45 menit.  


  • 0

DIKLAT GURU HEBAT di FUJIAN NORMAL UNIVERSITY

Category : Bahasa Mandarin

Diklat bagi Guru Hebat terselenggara atas kerjasama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan PPPPTK Bahasa dan Confucius Institute serta Fujian Normal University.

Sasaran peserta Diklat adalah Guru Bahasa Mandarin Aktif yang sudah mengabdi lebih dari 3 tahun di masing-masing Instansi dan sudah mengikuti serta memiliki Sertifikat HSK 3. Peserta dipilih berdasarkan nilai dalam Uji Kompetensi Guru bidang Bahasa Mandarin.

Seluruh akomodasi diklat ditanggung oleh Anggaran DIPA PPPPTK Bahasa tahun 2018.
PPPPTK Bahasa tidak memungut biaya apapun dalam menyelenggarakan Diklat. Adapun persiapan dari segi administrasi maupun dokumen probadi adalah menjadi tanggung jawab masing – masing peserta seperti, pembuatan passport, cek kesehatan serta biaya yang dikeluarkan untuk ujian HSK.

 


  • 0

Rapat Kordinasi Dengan Confucius Institute

Category : Uncategorized

Rapat Kordinasi dengan Confucius Institute dihadiri Oleh Ibu Kepala Pusat PPPPTK Bahasa dan didampingi Oleh Kabid Program, Kabid FPK serta Kabag Umum. Sedangkan dari pihak Confucius Institute di hadiri oleh Direktur Confucius Institute Jakarta Mr. Xiao dan didampingi oleh staf ahli Ibu. Olivia Suwondo.

Agenda Rapat membicarakan tentang Program Kegiatan Bahasa Mandarin 2018. Rencana kegiatan di tahun ini akan ada 2 (dua) kegiatan Diklat. yaitu Diklat Bahasa Mandarin Bagi Guru SMA dan SMK dan Diklat Guru Hebat di Fujian Normal University.

Semoga program kerja yang dicanangkan di tahun ini dapat berjalan dengan baik dan berdampak positf bagi pendidikan di Indonesia khususnya di bidang Bahasa.

 


  • 0

Mendikbud: “Student today, leader tomorrow”

Mendikbud: “Student today, leader tomorrow”  

Jakarta, Kemendikbud — Senin (8/1/2018) pagi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menjadi pembina upacara di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 16 Kupang, Nusa Tenggara Timur. Mendikbud didampingi Sekretaris Jenderal Didik Suhardi, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Hamid Muhammad, dan Direktur Pembinaan SMP Supriano. Pengibaran bendera Merah Putih pada upacara ini juga diiringi oleh Lagu Kebangsaan Indonesia Raya 3 stanza.

Dalam amanatnya selaku pembina upacara, Mendikbud menghimbau agar para siswa dapat meningkatkan kedisiplinan yang tinggi terutama melalui upacara. Mendikbud mengapresiasi penyelenggaraan upacara bendera di sekolah tersebut yang dinilai sudah sangat bagus. “Ini (upacara bendera,-) adalah bagian dari upaya kita untuk membentuk karakter siswa,” ujar Mendikbud.

Mendikbud menambahkan, ada banyak nilai yang bisa diambil di balik upacara bendera, diantaranya kedisiplinan, ketahanan baik fisik maupun mental, dan juga memahami dasar-dasar negara pembukaan UUD, pembacaan teks Pancasila dan janji siswa.

Janji siswa yang dimaksud Mendikbud adalah Janji Pelajar SMP Negeri 16 Kota Kupang yang diucapkan oleh salah satu pelajar dan diikuti seluruh peserta didik peserta upacara. Janji tersebut berisi: (1) Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; (2) Menjunjung tinggi kehormatan sekolah, orangtua, dan guru; (3) Belajar rajin, sungguh-sungguh, dan penuh kesadaran; (4) Bertindak jujur, sopan, dan tahu harga diri; dan (5) Mematuhi tata tertib sekolah, mempererat persatuan dan kesatuan di antara pelajar.

Persaingan dengan negara-negara lain yang semakin ketat membuat Mendikbud meminta pelajar untuk terus meningkatkan semangat belajar sesuai janji siswa yang mereka ucapkan, dan tidak boleh mudah menyerah. “20 tahun yang akan datang, kamu yang akan memimpin Indonesia ini,” kata Mendikbud. Nantinya masa depan bangsa Indonesia akan berada di tangan para pelajar saat ini. Bisa jadi diantara para pelajar ini yang menjadi guru, kepala dinas, Menteri Pendidikan, bahkan mungkin Presiden Republik Indonesia. “Student today, leader tomorrow. Sekarang kamu pelajar besok kamu adalah pemimpin,” tutup Mendikbud.

Pada kesempatan ini Mendikbud menyerahkan 170 buku cerita nusantara kepada SMP Negeri 16 Kupang. Penyerahan buku cerita kerap dilakukan Mendikbud pada kunjungan kerjanya, sebagai bentuk menggelorakan gerakan literasi.

Pada kunjungan kerjanya ke provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Mendikbud berkomitmen untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan NTT dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp959 miliar di tahun 2018. Mendikbud menyampaikan secara keseluruhan anggaran pendidikan ke NTT tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Mendikbud menjelaskan anggaran tersebut sebagian besar diperuntukkan untuk pembangunan unit sekolah baru (USB) mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah kejuruan (SMK), sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah luar biasa (SLB). Selain USB, anggaran pendidikan juga akan digunakan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi guru baik berupa pelatihan, lokakarya dan lain sebagainya. Hal ini dikarenakan hasil Ujian Nasional (UN) di NTT masih di bawah rerata nasional, walaupun tingkat kejujuran dan integritasnya bagus. (Anang Kusuma).

Sumber : https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2018/01/mendikbud-student-today-leader-tomorrow
Penulis : pengelola web kemdikbud


  • 0

Rapat Internal PPPPTK Bahasa 2018

Category : Internal

Notulen Rapat

Rapat Internal PPPPTK Bahasa, dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 10 Januari 2017 di Gedung HB. Yasin PPPPTK Bahasa

Materi rapat yaitu membahas tentang Program 2018 dan Reformasi Birokrasi Instansi. Dalam kesempatan ini rapat di pimpin langsung oleh Kepala PPPPTK Bahasa, Di moderatori oleh Kabag Umum.

Pemateri Rencana Program 2018 disampaikan langsung oleh Kabid Program yang memaparkan tentang :

Rencana

Program 2018

Program 2018 akan lebih berkonsentrasi pada Kurikulum 2013 dengan sasaran di wilayah Propinsi Sumatera Selatan dan Gorontalo. Serta tetap menjalakan program – progrm kerja yang sudah di usulkan dari tiap-tiap bidang serta jurusan.

Sedangkan Sosialisasi tentan RBI disampaikan oleh Kabid FPK.
Materinya berisi tentang :

KEBIJAKAN PELAKSANAAN
REFORMASI BIROKRASI KEMENDIKBUD

Reformasi birokrasi merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mencapai good governance dan melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan dan sumber daya manusia aparatur. Melalui reformasi birokrasi, dilakukan penataan terhadap sistem penyelangggaraan pemerintah dimana tidak hanya efektif dan efisien, tetapi juga reformasi birokrasi menjadi tulang punggung dalam perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tujuan reformasi birokrasi adalah untuk menciptakan birokrasi pemerintah yang profesional dengan karakteristik, berintegrasi, berkinerja tinggi, bebas dan bersih KKN, mampu melayani publik, netral, sejahtera, berdedikasi, dan memegang teguh nilai-nilai dasar dan kode etik aparatur negara.

Dokumentasi Rapat
Download Materi Rapat

Materi Rapat terdiri dariurutan uraian program 2018 dan Presentasi tentang RBI


  • 0

Peringatan Maulid Nabi 2018

Category : Internal

Masjid Miftahul Ulum

Selasa, 09 Januari 2010

Betapa luar biasa jasa Nabi Muhammad SAW kepada seluruh umat manusia yang ada di dunia ini. Maka sudah sepantasnya kita sebagai umatnya untuk selalu mengenangnya dan berusaha sekuat tenaga untuk mengamalkan apa yang telah diajarkan oleh beliau.

Karena apa yang telah dikatakan, dilakukan, dan ditetapkan beliau telah menjadi dasar segala hukum Islam setelah Al-Qur’an yang sudah tidak diragukan kebenarannya. Karena dengan mengikuti apa yang telah diajarkan oleh beliau kepada kita, maka kita akan diakui sebagai umat beliau kelak di Hari Kiamat.

Salah satu untuk menunjukkan cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW adalah dengan mengenang kelahiran beliau. Maulid Nabi merupakan bentuk penghargaan yang sangat besar kepada beliau dan kita harus bangga memiliki hari besar ini.

 

Ibu Dr. Hj. Luizah F. Saidi

Alhamdulillah Keluarga Besar PPPPTK Bahasa sudah turut serta mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammada SAW ini, semoga menjadikan motivasi dan inspirasi kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW dan selalu menjalankan sunnah-sunnahnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dilaksanakan di Masjid Miftahul Ulum PPPPTK Bahasa Jakarta, pada hari Selasa , 09 Januari 2018

Rangkaian acara dibuka oleh Kepala Pusat PPPPTK Bahasa sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan ini.

Acara dimulai Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an, kemudian pembacaan Shalawat Barzanji, dan Tausiah yang disampaikan Oleh Ust. H. Azawar Kurdi, kemudian di tutup dengan Doa.

Semoga segala apa yang kita lakukan mendapatkan kemudahan dan kesuksesan serta dengan harapan agar kegiatan ini dicatat di sisi Allah sebagai amal ibadah yang senantiasa diridhoi-Nya. Amin